Indo Barometer merilis hasil survei terbaru terkait kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Maruf Amin. Dalam hasil survei itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri yang paling populer dengan prosentase 18,4 %. Posisi Prabowo sebagai menteri terpopuler kemudian disusul Sri Mulyani Indrawati (10.6%), Erick Thohir (8.2%), Mohammad Mahfud MD (7.9%), Nadiem Anwar Makarim (5.3%), Luhut B Panjaitan (5.2%), Tito Karnavian (5%), Moeldoko (3.2%), Edy Prabowo (2.5%), dan Pramono Anung (2.2%).

Selain sebagai menteri terpopuler, Prabowo Subianto juga menjadi menteri yang kinerjanya dianggap paling bagus dengan prosentase 26.8%. Sembilan menteri dengan kinerja paling bagus setelah Prabowo yakni Sri Mulyani Indrawati (13.9%), Erick Thohir (12.6%), Mohammad Mahfud MD (7.3%), Nadiem Anwar Makarim (5.2%), Basuki Hadi Muljono (1.8%), Syahrul Yasin Limpo (1.4%), Muhammad Tito Karnavian (1.4%), Muhadjir Effendy (0.9%), dan Luhut B Panjaitan (0.9%). Terkait posisi sebagai menteri terpopuler, Direktur Eksekutif, M Qodari mengatakan hal tersebut wajar karena Prabowo sudah tiga kali mencalokan diri sebagai Presiden.

Berdasarkan hasil survei yang menyatakan Prabowo menteri terpopuler dan paling bagus kinerjanya, Qodari menganggap keputusan Jokowi mengangkat Prabowo sebagai menteri adalah keputusan tepat. "Jadi keputusan politik Pak Prabowo tepat ya. Panggung politik tampaknya terus bertahan sampai 2024," ujarnya. Survei digelar terkait 100 hari Jokowi Maruf.

Survei Indo Barometer ini dilakukan 34 provinsi di Indonesia dengan sampel sebanyak 1.200 responden. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Waktu pengumpulan data pada tanggal 09 – 15 Januari 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Untuk diketahui, lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah: hasil kerjanya sudah terlihat (kerja nyata) (19.5%), orangnya tegas (18%), sudah berpengalaman (16%), cocok sesuai dengan keahliannya (8.7%), dan orangnya berani (8.6%).

Jika di breakdown alasan publik menilai kinerja menteri bagus terhadap nama menteri maka distribusinya sebagai berikut, kerja nyata: Sri Mulyani (31,8%), Erick Tohir (26,5%), dan Prabowo Subianto (13,5%). Orangnya tegas: Prabowo Subianto (69,3%), Erick Tohir (10,5%), dan Sri Mulyani (5,2%). Sudah berpengalaman: Sri Mulyani (31,8%), Prabowo Subianto (29,5%), dan Mahfud MD (20,2%)

Sesuai keahliannya: Prabowo Subianto (45,0%), Mahfud MD (17,5%), dan Erick Tohir (12,5%). Orangnya berani: Erick Tohir (42,5%), Prabowo Subianto (37,0%), dan Mahfud MD (11,0%). Orangnya pintar/intelektual: Sri Mulyani (31,7%), Nadiem Makarim (19,0%), dan Erick Tohir (17,5%).

Menguasai permasalahan di bidangnya: Prabowo Subianto (46,3%), Sri Mulyani (19,5%), dan Erick Tohir (9,8%). Kalangan professional: Mahfud MD (25,0%), Erick Tohir (16,7%), dan Prabowo Subianto (13,9%). Cara kerja efektif dan efesien: Nadiem Makarim (31,0%), Sri Mulyani (20,7%), dan Erick Tohir (20,7%)

Memberikan solusi: Nadiem Makarim (47,6%), Sri Mulyani (19,0%), dan Prabowo Subianto (14,3%). Hasil survei Indo Barometer juga menunjukkan prosentase kepuasan publik terhadap kinerja menteri menteri Jokowi Maruf. Dikutip dari , sebanyak 54,4 persen responden merasa puas terhadap kinerja para menteri kabinet Joko Widodo Ma'ruf Amin.

Sementara itu, sebanyak 28,1 persen responden mengaku tidak puas. Dalam survei yang sama, sebanyak 49,6 persen responden menjawab puas terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Kemudian, responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja Ma'ruf sebesar 37,5 persen.

Sementara tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi, yakni sebanyak 70,1 persen. Adapun 27,4 persen responden lainnya mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi. Kepuasan yang lebih besar atas kinerja para menteri dibanding Wapres dianggap Qodari sebagai hal yang pertama.

"Ini jadi pertama kali rasanya saya lihat, biasanya, kecenderungannya kepuasan pada menteri di bawah wakil presiden," tutur Qodari saat konferensi pers di Century Park Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020).