Inilah deretan fakta mengenai 'rumah hantu' atau bangunan kosong yang dijadikan lokasi karantina. Bangunan kosong yang dijadikan tempat karantina itu berada di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Bangunan yang sudah lama terbengkalai itu menyimpan kesan angker.

Kendati demikian, rumah hantu ini dikhususkan bagi warga yang tidak tertib. Seperti warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) namun masih tetap keluyuran di luar rumah. Mereka yang bandel, tidak menjalani karantina mandiri akan dipindahkan ke rumah hantu.

Lokasi seram yang dijadikan tempat karantina tentunya diharapkan mampu memberikan efek jera bagi warga yang masih 'ngeyel'. Bangunan kosong yang menjadi tempat karantina di Sragen yakni bekas rumah dinas sinder atau mandor tebu. Rumah ini berada di kompleks bekas Pabrik Gula Sido Wurung atau yang lebih dikenal dengan Kedoeng Banteng, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Lantas seperti apa rumah hantu yang dijadikan tempat karantina ini? Bangunan ini dulunya bekas Pabrik Gula Sido Wurung. Kompleks pabrik gula itu diperkirakan sudah berdiri kurang lebih sejak tahun 1831.

Kondisi bangunan secara kasat mata terlihat angker dan menyeramkan. Banyak cat yang telah mengelupas dan ditumbuhi lumut. Di depan rumah tampak kayu kayu yang juga mengalami pengeroposan.

Kepala Desa Gondang, Warsito menjelaskan, awalnya penggunaan kompleks pabrik gula sebagai lokasi karantina merupakan ide Camat Gondang, Catur Sarjanto. Warsito menyebut, ODP yang bandel atau tidak patuh akan di karantina di pabrik gula tersebut sesuai arahan Catur Sarjanto. "Kemarin pak Camat bilang nanti kalau ada ODP yang bandel,

Rumah yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda itudijuluki ' omah londo'oleh warga sekitar. BupatiSragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadikannya benda cagar budaya. Kini bangunan tersebut dijadikan tempat karantina setelah ditinjau langsung oleh Bupati Sragen untuk mengecek kelayakan bangunan.

Lokasi rumah hantu untuk karantinan ODP bandel itu ternyata strategis. Bangunan tersebut berada di jantung kota dan tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Di samping kanan dan kirinya juga terdapat rumah warga.

Karena lokasi yang strategis, makan keamanan dan kebutuhan warga yang dikarantina bisa terjamin. "Itu dari pemukiman lumayan, di tengah tengah kota, Itu berada di timur kantor dinas kecamatan,

Kanan kirinya rumah warga," ujar Warsito. "Di dekatnya juga ada kantor puskesmas dan Koramil, InsyaAllah keamaan dan kebutuhan kesehatan bisa terjamin," imbuhnya.