Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, tidak mendapatkan garansi tampil sebagai tim utama. Penyerang berusia 27 tahun ini kembali berlatih usai mengalami cidera. Namun, kembalinya Dedik, tidak serta merta mendapatkan jaminan tampil sebagai starter nantinya.

Kabar soal pulihnya Dedik Setiawan ini diketahui setelah pemain bernomor punggung 27 itu mengikuti latihan bersama tim via aplikasi, di bawah arahan pelatih fisik Arema FC, Marcos Gonzales. Di Arema FC, nama Dedik Setiawan bukanlah nama yang asing. Musim lalu sebelum cedera, ia menjadi primadona bersama dengan Makan Konate.

Bahkan, ia berhasil mencetak tujuh gol untuk Arema FC musim lalu. Berkat penampilannya yang memukau, ia selalu mendapat jaminan masuk starting eleven dari Milomir Seslija pelatih Arema FC musim 2019 lalu. Tak hanya itu, gemilangnya karir Dedik Setiawan di Arema FC, membuatnya naik daun hingga menjadi bagian Timnas Indonesia.

Sayangnya, ia harus absen panjang lantaran ligamen lutut kanannya putus dan harus dioperasi. Musim ini, apabila telah kembali beraksi dan kompetisi kembali digelar, Dedik Setiawan harus kembali memulai usahanya untuk mencuri hati Mario Gomez, pelatih Arema FC musim ini. Pasalnya, meskipun menjadi primadona musim lalu, itu bukan jaminan ia akan selalu jadi pilihan musim ini.

Apalagi musim ini Arema FC memiliki tiga striker, yakni Kushedya Hari Yudo, Elias Alderete dan Jonathan Bauman. "Kami berharap Dedik Setiawan bisa sembuh total. Dedik Setiawan juga harus bekerja lebih keras lagi karena dia sudah lama tidak bergabung dan latihan dengan tim," kata Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto dikutip dari laman Striker andalan Arema FC, Dedik Setiawan yang sebelumnya absen karena cidera Anterior Cruciate Ligament (ACL) saat Liga 1 musim lalu, kini sudah mulai mengikuti latihan fisik di rumah bersama tim.

Kembalinya Dedik Setiawan meski baru sebatas latihan bersama lewat aplikasi, namun ini menjadi angin segar setelah sebelumnya menjalani pemulihan bersama fisioterapis selama enam bulan lamanya. "Ya kami cukup senang jika Dedik Setiawan sudah kembali. Artinya lini depan kami semakin banyak pilihan dan alternatif," kata Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto,di laman Bicara soal lini depan Arema FC musim ini, Singo Edan memiliki empat striker termasuk Dedik Setiawan, yakni Elias Alderete, Jonathan Bauman dan Kushedya Hari Yudo.

Sayangnya di awal musim ini, pemain depan Arema FC masih belum tampil menggigit dan dinilai tim pelatih masih kurang tenang saat mengeksekusi peluang. Sementara penampilan Dedik Setiawan musim lalu, terbilang sangat cemerlang. Ia berhasil menjadi bagian dari Timnas Indonesia dan mencetak tujuh gol untuk Arema FC sebelum akhirnya mengalami cedera putus ligamen lutut kanan.

"Kalau saya melihat sebelumnya, Dedik Setiawan merupakan striker pekerja keras, punya kecepatan, naluri gol dan instingnya cukup bagus," tambah Charis Yulianto. Punggawa Arema FC saat ini tengah melakukan latihan mandiri. Ini tidak lepas dari adanya wabah corona yang meluas dan membuat Liga 1 2020 terhenti.

Meski demikian, asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto mengaku yakin anak asuhnya mengetahui cara untuk menjaga kondisi fisik. Charis Yulianto menyebut jika pemain Arema FC sudah sadar akan kondisi dan kebutuhan mereka dalam menjaga kebugaran. Dengan tidak adanya pemain yang mengirim video untuk konsultasi ke tim pelatih, Charis menganggap pemain sudah mengerti program apa yang tepat untuk menjaga kebugaran selama physical distancing di rumah masing masing.

“Sampai saat ini belum ada yang kirim video atau konsultasi, artinya pemain paham dengan program yang dijalankannya,” tutur Charis di laman resmi Liga 1. Charis menambahkan jika tim pelatih Arema FC selalu meberikan dukungan dan motivasi kepada pemain Singo Edan. Agar Hendro Siswanto dkk tidak kalah dengan situasi dan kondisi pandemi virus corona seperti saat ini.

Untuk itu Charis mengapresiasi kesadaran pemain yang tetap menjaga kebugaran dengan melakukan individual training selama berada di rumah masing masing. “Pada intinya kami staf pelatih hanya menyemangati mereka saja tetap menjaga kondisi di rumah masing masing. Agar tidak kalah dengan situasi dan kondisi terkait pandemi Covid 19,” imbuhnya.

Charis menjelaskan jika selama tim diliburkan, pihaknya selalu menjaga komunikasi dengan pemain. Komunikasi dilakukan melalui grup dimana tim pelatih akan mengontrol seperti apa program yang sudah dijalankan oleh pemain Arema. “Sampai sekarang masih Komunikasi di grup, baik dan lancar mengenai program yang sudah kami berikan sebelumnya,” tutupnya. Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto menyebut jika pemain Arema FC sudah sadar akan kondisi dan kebutuhan mereka dalam menjaga kebugaran.

Dengan tidak adanya pemain yang mengirim video untuk konsultasi ke tim pelatih, Charis menganggap pemain sudah mengerti program apa yang tepat untuk menjaga kebugaran selama physical distancing di rumah masing masing. “Sampai saat ini belum ada yang kirim video atau konsultasi, artinya pemain paham dengan program yang dijalankannya,” tutur Charis. Charis menambahkan jika tim pelatih Arema FC selalu meberikan dukungan dan motivasi kepada pemain Singo Edan.

Agar Hendro Siswanto dkk tidak kalah dengan situasi dan kondisi pandemi virus corona seperti saat ini. Untuk itu Charis mengapresiasi kesadaran pemain yang tetap menjaga kebugaran dengan melakukan individual training selama berada di rumah masing masing. “Pada intinya kami staf pelatih hanya menyemangati mereka saja tetap menjaga kondisi di rumah masing masing.

Agar tidak kalah dengan situasi dan kondisi terkait pandemi Covid 19,” imbuhnya. Charis menjelaskan jika selama tim diliburkan, pihaknya selalu menjaga komunikasi dengan pemain. Komunikasi dilakukan melalui grup dimana tim pelatih akan mengontrol seperti apa program yang sudah dijalankan oleh pemain Arema.

“Sampai sekarang masih Komunikasi di grup, baik dan lancar mengenai program yang sudah kami berikan sebelumnya,” tutupnya.