Asisten Pelatih Persebaya Surabaya, Mustaqim mengakui sepak bola Indonesia sedang alami krisis striker lokal. Pendapat Mustaqim tersebut kemungkinan memang benar adanya, Hal ini bisa terlihat dari daftar top scorer Liga 1 dari tahun ke tahun.

Sejak musim 2014 hingga detik ini, tak satupun pemain lokal yang mampu menduduki peringkat satu daftar top scorer Liga 1. Tepatnya setelah tahun 2014 nama nama asing seperti Emmanuel Kenmogne, Sylvano Comvalius, Aleksandar Rakic yang menghiasi daftar top scorer Liga 1. Sementara tahun lalu musim Liga 1 2019, kembali nama asing yang mengisi daftar tersebut, yaitu atas nama Marko Simic.

Terakhir kali pemain lokal yang mendapatkan gelar top scorer adalah penyerang Persipura, Boaz Solossa. Itupun terjadi tujuh tahun yang lalu pada tahun 2013. Menurut Mustaqim, itu terjadi karena banyaknya tim di Indonesia yang kurang percaya menempatkan pemain lokal di posisi penyerang.

Klub klub lebih memilih mendatangkan striker asing, bahkan tak jarang pula ada tim yang menggunakan jasa dua penyerang asing sekaligus. "Krisis striker lokal ini harus diakui," kata Mustaqim, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Persebaya. "Karena kebanyakan klub klub di Indonesia ini menggunakan striker asing, bahkan bukan hanya satu, sampai dua mereka menggunakan striker asing," ujarnya.

Banyaknnya striker asing kini telah membuat penyerang lokal tersisih. Kesempatan bermain penyerang lokal di lapangan pun terbilang sedikit. Bahkan tek jarang pemain dalam negeri hanya sebagai penghangat bangku cadangan.

"Kesempatan pemain lokal, hampir tidak ada untuk starting eleven," ucap Mustaqim. "Kalapun ada menitnya juga sangat sedikit," tuturnya.