Jumlah kasus konfirmasi positif virus corona (Covid 19) di Indonesia, bertambah 3.046 pasien per Selasa (8/9/2020). Dikutip dari , total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia menjadi 200.035 pasien. Sebelumnya, pada Senin (7/9/2020), total kasus positif sebanyak 196.989 orang.

Lalu, jumlah pasien yang sembuh menjadi 142.958 di seluruh Indonesia. Pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 140.652 orang. Sehingga, terjadi penambahan pasien yang sembuh sebanyak 2.306 orang.

Kemudian, total ada 8.230 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga Selasa ini. Sementara, data Senin kemarin sebanyak 8.130 orang dinyatakan meninggal dunia. Sehingga, jumlah pasien Covid 19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 100 orang.

Fokus utama pemerintah dalam penanganan pandemi ialah tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Penanganan di sektor kesehatan yang baik menjadi kunci agar penanganan ekonomi yang berjalan beriringan dengannya juga dapat berjalan baik. "Kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik."

"Artinya fokus kita tetap nomor satu ialah kesehatan," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikutip dari , Senin (7/9/2020). Jokowi memerintahkan jajarannya untuk benar benar berfokus pada upaya penanganan pandemi Covid 19. Dari penanganan pandemi yang baik, kegiatan perekonomian pun juga akan pulih mengikuti.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan jajarannya untuk dapat mengantisipasi penyebaran pandemi melalui tiga klaster, yakni klaster perkantoran, klaster keluarga, dan klaster Pilkada. "Ini perlu saya sampaikan, hati hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga. Terakhir juga klaster Pilkada. Hati hati, ini agar selalu diingatkan," tuturnya. Menurutnya, banyak orang yang justru merasa aman ketika selesai beraktivitas dan kembali ke dalam rumah.

Demikian halnya dengan ketika telah sampai ke dalam kantor maupun pabrik selepas perjalanan dari rumah. Padahal, di manapun kita berada, terdapat protokol kesehatan dan kebiasaan baru yang harus tetap diperhatikan dan dilakukan dengan ketat. "Selalu kita kejar kejar adalah tempat tempat umum tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati hati di klaster klaster tadi yang saya sampaikan, klaster keluarga."

"Karena kita sampai di rumah sudah merasa aman, justru di situlah yang kita harus hati hati." "Dalam perjalanan, masuk kantor, kita juga merasa aman sehingga kita lupa di dalam kantor protokol kesehatan," katanya. Selain itu, Jokowi juga meminta jajarannya untuk menyikapi dan mengantisipasi penyebaran pandemi Covid 19 dari potensi klaster Pilkada serentak mendatang.

Bahkan, Presiden Jokowi meminta tindakan tegas yang harus diberikan terkait hal tersebut. "Saya minta, ini Pak Mendagri, urusan yang berkaitan dengan klaster Pilkada ini betul betul ditegasi." "Polri juga berikan ketegasan mengenai ini, aturan main di Pilkada."

"Karena jelas di PKPU nya (Peraturan KPU) sudah jelas sekali." "Jadi saya kira nanti agar betul betul ini diberikan peringatan keras," terang dia.