Seorang siswi berusia 10 tahun membawa setiap hari adiknya, yang masih bayi ke sekolah karena tidak ada orangtua yang menjaga. Karena tidak ada orang tua dan kerabat yang bisa menjaga, ia memilih membawa adik bayinya ke sekolah. Ia melakukannya karena adiknya tidak bisa ditinggalkan sendiri di rumah.

Melansir dari The National Thailand, (14/8/2020), Sekolah Ban Huay Mai Sod di provinsi Bueng Kan, Thailand sedang berusaha mendapatkan donasi untuk membantu siswinya berusia 10 tahun. Siswi berusia 10 tahun membawa adiknya ke dalam kelas karena orangtua mereka tidak ada di rumah. Siswi terkait memberitahukan guru, ayahnya sedang berada di dalam penjara sedangkan ibunya adalah migran ilegal.

Setelah melahirkan adiknya, ibu siswi 10 tahun ini harus pulang karena tidak memiliki izin untuk menetap. Terpaksa, ia meninggalkan bayi yang baru dilahirkan pada anaknya yang masih berusia 10 tahun. Siswi yang membawa bayi ke sekolah tinggal bersama nenek dan kerabat lain.

Ia diberikan uang untuk jajan 20 Bath (sekitar Rp 10 ribu setelah dikonversikan dari Bath ke Rupiah). Uang yang diberikan untuk membeli kebutuhan dirinya dan adiknya. Siswi ini menjelaskan kerabatnya tidak ada yang mampu merawat adiknya.

Apalagi kondisi keluarga dalam keadaan kesulitan dan semua bekerja, sehingga tidak ada yang bisa merawat adiknya di rumah. Berkata bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain, selain membawa adiknya ke sekolah. Namun, pilihannya tersebut membuatnya sulit berkonsentrasi untuk belajar, karena adik bayinya perlu diperhatikan dan dirawat.

Sementara, pihak sekolah sedang mengusahakan dana untuk merenovasi tempat tinggalnya, bersama nenek yang hampir roboh.