Kekhawatiran mendalam yang dirasakan para guru di Timur Indonesia, Papua Barat terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah penularan COVID 19 yang mengimbau belajar secara mandiri di rumah mendapat titik terang. Mendukung penerapan belajar dari rumah, Kemendikbud menggandeng 12 penyedia layanan konten pendidikan swasta untuk saling membantu dalam menjawab tantangan belajar secara mandiri ini. Kini, kekhawatiran itu bisa ditepis dengan hadirnya beragam alternatif belajar daring. Tak perlu keluar rumah, hanya bermodalkan smartphone, kini belajar bisa jadi lebih mudah. Tidak hanya anak anak di jenjang SD hingga SMA saja yang mendapatkan sorotan. Anak dijenjang PAUD pun juga mendapatkan perhatian. Dengan hadirnya penyedia konten belajar daring ini, diharapkan para guru tak perlu khawatir berlebih dengan imbauan #dirumahaja.

Pada kesempatan yang ada, salah satu penyedia konten yang berfokus pada anak usia dini yaitu ICANDO Game Pendidikan Anak disosialisasikan kepada guru dan orang tua se Sorong Raya. HIMPAUDI Kota Sorong bekerja sama dengan ICANDO Game Pendidikan Anak menggelar seminar parenting dan pendidikan yang mengusung tema "Game based Education: Peluang Baru di Paradigma Pendidikan 4.0” yang diselenggarakan selama tiga hari berutut turut pada 14/03/20 – 16/03/20 di Aula Samu Siret, Kantor Walikota Sorong, Papua Barat. Sebanyak 125 peserta turut andil dalam seminar yang diadakan pekan lalu. Seminar selama tiga hari berturut turut ini tidak menyurutkan semangat peserta untuk hadir. HIMPAUDI Kota Sorong bekerja sama dengan ICANDO, menggelar seminar parenting dan pendidikan dengan tema “Game based Education: Peluang Baru di Paradigma Pendidikan 4.0”

Founder ICANDO Game Pendidikan Anak, Syaiful Lokan, mengungkapkan banyak data yang dihadapi Indonesia dalam bidang pendidikan, sebut saja hasil PISA (Programme for International Student Assessment) di Indonesia sangat mengejutkan, hampir 20 tahun berjalan sejak Indonesia berpartisipasi dalam PISA terhitung dari tahun 2000, Indonesia tidak pernah terbebas dari jeratan 10 papan terbawah dalam penilaian PISA Indonesia. Syaiful juga menunjukkan bagaimana teknologi mengubah banyak lini kehidupan terutama bidang pendidikan. Teknologi juga tidak dapat lepas dari pendidikan. “Gadget itu seperti dua mata pisau, ada yang tajam dan tumpul, ada negatifnya maupun postifnya,” imbuh Syaiful. “Ketika anak sudah diberikan gadget, kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkannya begitu saja, kita harus fokus untuk mendampingi anak. Selain itu, kita juga harus memperhatikan media yang anak lihat, apakah itu cocok dengan usianya atau tidak,” lanjut Syaiful.

Berangkat dari itu semua, Syaiful dan tim mengembangkan ICANDO Game Pendidikan Anak. ICANDO diintegrasikan dalam pembelajaran kooperatif untuk memperlengkapi siswa dengan 4 kemampuan abad 21, 4C (Collaboration, Communication, Critical Thinking, dan Creativity). Keempat kemampuan abad 21 tersebut akan lebih sulit jika diaplikasikan melalui pembelajaran tradisional. ICANDO Game Pendidikan Anak juga mendapat respons positif dari Ruth selaku PD HIMPAUDI kota Sorong dan Kepala Dinas Kota Sorong. “Aplikasi ini sungguh dapat membantu para guru dalam proses belajar di kelas,” imbuh Ruth. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan insight baru mengenai pengaplikasian ICANDO dalam proses pembelajaran, bahwa anak dapat bebas bereksperimen dan mendapatkan kesempatan untuk mencari kesalahannya sendiri melalui fitur Instant Feedback sehingga anak dapat mengetahui apakah tulisan, bacaan, dan kegiatan lain di dalam game sudah tepat atau masih salah.

Hal ini selaras dengan Merdeka Belajar karena di ICANDO anak anak dibiasakan untuk berpikir kritis, mencari jalan keluar sendiri, sekaligus membuat hipotesis sendiri yang menjadikan ia sebagai pemimpin. Para guru juga diajak untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. ICANDO Game Pendidikan Anak yang dapat diunduh di Google Play Store merupakan solusi terbaik anak anak untuk menggunakan gadget di tengah maraknya COVID 19. ICANDO dikembangkan dari Kurikulum 2013 dan dikemas dalam rangkaian mini games yang interaktif dan menyenangkan dilengkapi dengan teknologi terkini, seperti voice recognition dan hand written recognition . Di ICANDO, anak juga dibekali dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) sehingga anak bisa mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain.

Selain mengembangkan ICANDO yang selaras dengan Merdeka Belajar, Syaiful Lokan bersama dengan Tim juga sedang mengembangkan Learning Management System (LMS), di sini para guru tidak akan kerepotan dan kewalahan lagi dalam mengurus administrasi sekolah, hal ini juga secara tidak langsung menjawab keinginan para guru PAUD untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Dengan menggunakan LMS, para guru PAUD dapat menaruh perhatian dan melakukan inovasi pembelajaran di kelas tanpa dibebani kelengkapan administrasi sekolah. “Selain memerdekakan anak, kami juga berharap dapat memerdekakan para guru dalam menyusun administrasi sekolah sehingga kami mengembangkan LMS ini. Dan juga para guru bisa fokus mengajar di kelas dengan kreatif tanpa perlu memikirkan administrasi sekolah,” tambah Malasari, Head of Curriculum ICANDO.

Dengan segala keterbatasan pendidikan yang dihadapi para guru di bagian Timur Indonesia, tidak menyurutkan semangat para guru untuk mencerdaskan anak didiknya. Ini terbukti dari antusias guru yang hadir saat itu. Mari kita sama sama melawan corona dengan berdiam #dirumahaja dengan ICANDO. ICANDO dapat diunduh secara gratis di , download dan mainkan ICANDO sekarang! Jika Anda adalah seorang guru PAUD dan ingin merasakan banyak manfaat menggunakan Aplikasi Pendidikan ICANDO dan Learning Management System ICANDO dengan harga spesial, hubungi nomor hotline ICANDO di 0819 1912 0819.