Seorang mantan pegawai Starbucks yang telah ditetapkan sebagai tersangka, DD,mengaku menyesali perbuatannya. Sebelumnya,DD merekam dan menyebarkan aksi rekan kerjanya, KH, yang mengintip payudara pengunjung lewat CCTV. Video tersebut kemudian viral dan menuai kecaman masyarakat.

DD mengatakan hal itu baru pertama kali ia lakukan. "Ini pertama kali, pertama kali juga sampai seviral ini." DD mengungkapkan, awalnya ia membuat video tersebut dengan maksud bercanda dengan rekannya.

Namun, ia tidak menyangka videonya itu kemudian viral. Ia pun mengaku khilaf dan baru menyadari bahwa perbuatannya tersebut salah. "Saya pribadi mengunggah itu karena awalnya saya menganggap itu cuma guyonan atau hiburan saya dengan rekan saya aja," kata DD.

"Setelah tahu kasusnya sampai seviral dan se booming sekarang, saya benar benar khilaf melakukan itu." "Saya baru tahu ternyata itu salah di banyak mata orang," sambungnya. Akibatdari keisengannya tersebut, DD kini terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara karena melanggar Pasal 45UU ITE Nomor 11Tahun 2008.

Sementara itu, rekan kerjanya yang tampak menyorot payudara pengunjung dari CCTV masih berstastus sebagai saksi kejadian. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, kejadian yang terekam dalam video viral itu terjadi ketikaDD dan KH sedang beristirahat di back office . DD kemudian berniat bercanda pada KH agar menunjukkan keberadaan korban berinisal VA melalui pantauan CCTV.

"Pada saat istirahat di back office, kebetulan ada DD inilah yang kemudian mencandai saksi KH, yang akhirnya saksi KH mencoba secara spontan mencari korban VA ini di CCTV," ungkap Wirdhanto dalam wawancaranya yang ditayangkan langsung di kanal YouTube tvOne, Jumat (3/7/2020). "Pertama diperlihatkan dulu CCTV di kasirnya tidak ada, kemudian baru dilihat di salah satu lokasi outdoor gerai es tersebut dan kemudian diperbesar oleh saksi KH," sambungnya. Wirdhanto mengatakan, DD merekam aksi tersebut dari awal lalu mengunggahnya di media sosial.

Menurutnya, DD diduga kuat melanggar UU ITE karena menyebar konten yang melanggar asusila. "Di situ, DD ini merekam dari awal dan kemudian setelah itu langsung mem posting di media sosial dan akibatnya viral di media sosial." "Setelah kami melakukan penyidikan, di situtersangka DD diduga kuat melanggar UU ITE kaitan dengan menyebarkan konten yang melanggar asusila," terang Wirdhanto.

Wirdhanto menuturkan, videoyang beredar tersebut diunggah oleh DD tanpa sepengetahuan KH. Video itu lantas viral dan mengakibatkan dampak sosial yang cukup luas. "Mem posting nya tanpa sepengetahuan saksi KH."

"Nah di situlah akhirnya mengakibatkan videonya viral dan mengakibatkan dampak sosial yang cukup luas," kata Wirdhanto. Sebelumnya, diberitakan ,Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, mengatakan pihaknya sudah menangkap dua orang yang melecehkan pengunjung di kafe Starbucks pada Kamis (2/7/2020) malam. "Malam tadi memang sudah kita amankan ya dua orang masih ditangani Polres Jakarta Utara karena sudah viral di salah satu Starbucks di daerah Sunter," kata Yusri saat dikonfirmasi, Jumat (4/7/2020).

Menurut Yusri,kedua orangtersebutditangkap tanpa perlawanan. Pihak kepolisian pun langsung melakukanpemeriksaan terhadap dua orang pelaku. Mengetahui adanya tindakan pelecehan terhadap pengunjung yang dilakukan oleh dua pegawai Starbucks, Manajemen Starbucks pun langsung menindak tegas pelaku.

Senior General Manager PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, memastikan pegawai tersebut kini telah dipecat. Menurut Andrea, aksi pelecehan seksual tersebut tidak dapat ditoleransi. Andrea pun menyayangkan tindakan pegawai Starbucks tersebut.

Menurutnya, aksi pelecehan yang dilakukan pegawai Starbucks itu telah membuat pihak PT Sari Coffee Indonesia merasa tak nyaman. "Kami PT Sari Coffee Indonesia merasa sangat tidak nyaman setelah mengetahui adanya insiden di dalam area gerai kami yang harus disikapi secara serius," tutur Andrea. Lebih lanjut, Andrea memastikan kejadian itu tidak lagi terulang di gerai Starbucks.

Ia mengatakan, tindakan pegawai Starbucks yang viral tersebut bertentangan dengan norma yang dijunjung oleh PT Sari Coffee Indonesia. "Perilaku tersebut di luar norma norma yang sangat kami junjung, di mana kami menerapkan standar yang tinggi agar setiap pelanggan di seluruh gerai merasa nyaman dan aman," kata dia. "Kami telah menindaklanjuti dan memastikan hal ini tidak akan terulang kembali," tambahnya.

Sebelumnya, video aksi pelecehan seksual yang dilakukan pegawai Starbucks itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, awalnya terlihat seorang pegawai Starbucks tengah memantau rekaman CCTV di& back office . Seorang temannya yang tengah merekamnya kemudian meminta supaya ia menunjukkan sebuah video dari tangkapan CCTV tersebut.

"Yang tadi dong, yang di depan dong," ujar perekam video. Si pegawai itu pun lantas menyorot payudara seorang pengunjung wanita berbaju putih. Setelah itu, terdengar suara tawa dari si perekam video.

Aksi tak pantas dari dua pegawai Starbucks tersebut terungkap dalam unggahan video akun Twitter @LisaAbet, Rabu (1/7/2020). Pengunggah mengungkapkan melalui Twitter nya video tersebut ia dapatkan dari unggahan Instagram temannya yang bekerja di Starbucks. Ia pun tampak geram melihat aksi tersebut.

"Liat instastory temen yg kerja di St*rb*cks kok serem banget sih a**ng! Gini ya emang kerjaan orang back office? Creepy banget woy takutt," tulisnya di Twitter. Unggahannya tersebut langsung menuai banyak respons dari warganet dan menjadi viral.

Hingga Kamis (2/7/2020) sore, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 16 ribu orang dan disukai lebih dari 24 ribu orang. Pihak Starbucks pun langsung menanggapi video yang beredar viral tersebut setelah diunggah ulang oleh akun Twitter @sitsnoe pada Rabu kemarin. Melalui akun Twitter resminya, Starbucks Indonesia menyampaikan permohonan maaf dan memastikan untuk segera menginvestigasi pelaku.

Selain itu, Starbucks juga memastikan akan menindak tegas karyawan yang bersangkutan. "Mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan beredar di media sosial. Saat ini kami telah menginvestigasi dan menindak tegas karyawan yang bersangkutan.

Sekali lagi kami mohon maaf dan kami akan memastikan agar kejadian ini tidak terulang kembali," tulis Starbucks di Twitter, Rabu.