Seorang ibu muda tega menyiksa darah dagingnya snediri yang baru ia lahirkan. Wanita muda tersebut diketahui berinisial EF. Kini EF (24) harus berurusan dengan polisi lantaran menyiksa bayi yang baru ia lahirkan.

Tak hanya menyiksa, EF juga merekam kekerasan yang ia lakukan terhadap anaknya sendiri. Bayi EF yang ia siksa ini baru berusia 8 hari. Mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh ibunya sendiri, bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit daerah setempat.

Kini si bayi sudah mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. Sedangkan EF kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Polisi pun langsung menyelidiki dan mengungkap motif EF tega menyiksa bayi yang baru dilahirkannya sendiri.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Meski sudah memiliki seorang bayi, pelaku EF diketahui belum memiliki suami alias belum menikah. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan terlarang EF dengan sang pacar.

Kanit Reskrim PolsektaSamarindaKota,IptuAbdillahDalimunthemenguraikronologipenyiksaan yang dilakukan oleh pelaku kepada bayinya sendiri. Iptu Abdillah Dlimunthe menjelaskan, jika bayi tersebut hasil dari hubungan di luar nikah antara tersangka EF bersama pacarnya. Janin hasil hubungan diluar nikah itu dibesarkan di dalam rahim EF hingga ia melahirkan.

Sang bayi malang yang disiksa olehmamahmudayang merupakan ibu kandungnya sendiri saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit. Korban dibawa RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk diperiksa oleh petugas medis. Bedasarkan hasil pemeriksaan tim medis, bayi tersebut rupanya dalam kondisi kekurangan gizi.

Sebab, korban tidak terurus sejak dilahirkan oleh ibunya. "Tim medis masih lakukan pemeriksaan terhadap bayi. Tapi katanya, tidak ada luka atau tanda kekerasan. Hanya ditemukan kurang gizi, enggak terurus," terangIptuAbdillahDalimunthe. Bayi mungil itu sejak dilahirkan rupanya tak dirawat oleh ibu kandungnya, EF.

Sang bayi malah dititipkan EF kepada kedua orangtuanya untuk merawatnya. Belum diketahui secara pasti kesibukan EF sehingga tak mau merawat bayinya tersebut. "Kami temukan ibu ini bersama anaknya, bayinya, itu menumpang sama orangtuanya," ungkap

Sementara, pelaku diamankan dan mau dikonsultasikan dengan psikolog. WargaSamarinda, Kalimantan Timur sempat dihebohkan dengan beredarnya dua video seorang perempuan yangmenyiksabayi. Rupanya, ada motif pelaku dibalik menyebarkan video penyiksaan di status media sosial WhatsApp miliknya.

Video berdurasi 24 detik dan 11 detik bikin geger lantaran viral. Polisi yang mendapatkan informasi video viral tersebut langsung menelusuri keberadaan pelaku yang melakukan penyiksaan kepada seorang bayi. Dari hasil penyeldikan, wanita tersebut diketahui berinisial EF yangmenyiksabayiberusia delapan hari yang merupakan anak kandungnya.

"Kami temukan ibu ini bersama anaknya, bayinya, itu menumpang sama orangtuanya," ungkap Motif pelakumenyiksabayinya sendiri diduga lantaran kesal dengan sang pacar atau ayah biologis dari bayi berusia delapan hari itu. Kanit Reskrim PolsektaSamarindaKota,IptuAbdillahDalimunthemengatakan, sangmamahmudayang belum menikah itu kesal dengan pacarnya yang dekat dengan perempuan lain.

Setelah merekam, perempuan tersebut kemudian memasang status di WhatsApp video penyiksaan itu dan berharap agar pacarnya melihat. "Tapi ternyata video tersebut viral," jelasnya.