Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan rangkaian persiapan menjelang Angkutan Lebaran 2020. Persiapan itu satu di antaranya uji petik kelaiklautan bagi semua kapal penumpang sesuai Surat Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor KP. 219/DJPL/2020 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang. “Instruksi untuk melaksanakan uji petik kapal ini berlaku bagi seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terutama para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang wilayah kerjanya menangani kapal penumpang,” ujarDirektur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

“Adapun pelaksanaan uji kelaiklautan kapal penumpang ini dimulai tanggal 9 Maret 2020 sampai dengan 18 April 2020 sesuai wilayah kerja masing masing," kata Capt. Sudiono. Menurutnya, pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut setiap waktu secara periodik. Uji petik ini tidak hanya dilakukan saat menjelang Lebaran atau Hari Raya saja.

“Momentum lebaran mobilisasi masyarakat yang menggunakan jasa transportasi sangat tinggi, tentunya perlu semakin memperketat pemeriksaan sehingga keselamatan pelayaran pada masa Angkutan Laut Lebaran lebih terjamin,” ujarnya. Jika dari hasil pemeriksaan kapal ditemukan ketidaksesuaian major, maka ketidaksesuaian tersebut harus dipenuhi paling lambat tanggal 18 Mei 2020. Apabila sampai batas waktu belum juga dipenuhi, maka kapal dimaksud dilarang beroperasi sampai ketidaksesuaian tersebut dipenuhi.

Capt. Sudiono mengaskan kepada para Kepala Kantor UPT wajib melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap kapal kapal penumpang sampai dengan batas akhir posko angkutan lebaran 2020. “Bagi para Kepala UPT harus melaksanakan Instruksi ini agar penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun 2020 dapat berjalan aman, selamat, tertib dan nyaman," tuturnya.