Kepolisian menilai, NF (15) remaja putri pelaku kasus pembunuhan terhadap seorang anak berumur 6 tahun, bisa dijadikan tersangka, meski berstatus di bawah umur. NF yang juga menjadi korban pemerkosaan, dinilai sudah bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus pembunuhan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Heru Novianto.

"NF ini bisa dijadikan tersangka karena perilakunya. Dia melakukan pembunuhan," kata Heru Novianto, Sabtu (16/5/2020). Dia menegaskan aparat kepolisian menangani perkara itu secara profesional. Pada saat ini, kata dia, berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan atau P21.

Proses pemberkasan sudah dilakukan tahap II, berupa pelimpahan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka dari Kepolisian ke Kejaksaan. "Kami melaksanakan pemeriksaan secara profesional dan telah menjalankan proses ini sampai tingkat tahap II. Jadi semua kami melakukan pemeriksaan sangat hati hati kami selalu dampingi NF dengan pengacara dan orang tuanya," ujarnya. Berdasarkan hasil pengungkapan kasus, NF diduga mengalami tekanan psikis sehingga tega menghabisi nyawa seorang anak berumur 6 tahun yang notabene adalah tetangganya.

Dia menjelaskan tersangka dirudapaksa tiga orang. Pelaku, kata dia, dua orang paman NF dan seorang lainnya mantan kekasih yang bersangkutan. Mereka diamankan selama kurun waktu 10 17 Maret selang beberapa hari dari waktu pembunuhan anak di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Sementara ini, dua orang ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Sedangkan, seorang lainnya ditahan di Mapolda Metro Jaya. "NF menjadi tersangka dan korban. Kondisi sekarang ini selain NF sebagai terduga juga sebagai korban," kata dia.

Karena rudapaksa itu, NF kini tengah hamil. Kehamilan itu diketahui dari hasil pemeriksaan. Selama ini, aparat kepolisian menutup informasi perkara itu ke publik karena melihat usia NF yang masih di bawah umur dan kondisi kejiwaan sangat labil, karena sisi psikologis terganggu.

"Kami mohon maaf kepolisian selama ini tidak mempublis karena untuk kepentingan diri NF dan untuk keselamatan masa depannya. Jadi kami mohon maaf tidak publikasi, tetapi kami menyatakan NF kami tangani secara profesional," tambahnya.